Beirut (KABARIN) - Pasukan Israel dilaporkan memasuki dan menduduki dua desa di Provinsi Daraa, Suriah selatan, pada Kamis (11/6), demikian laporan kantor berita pemerintah Suriah, SANA.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pasukan Israel masuk ke desa Maariya dan Al-Arida, lalu mendirikan pos pemeriksaan yang menghambat mobilitas warga setempat.
Kepala Desa Maariya, Abedin Muwafaq Mahmoud, mengatakan sejumlah kendaraan militer Israel memasuki wilayah tersebut pada dini hari dan ditempatkan di dekat pintu masuk timur desa, tidak jauh dari sebuah sumur.
Ia juga menyebutkan bahwa pasukan Israel memeriksa kendaraan umum maupun pribadi yang melintas di area tersebut.
Selanjutnya, pasukan tersebut bergerak ke pintu masuk desa Al-Arida dan kembali mendirikan pos pemeriksaan serta melakukan pemeriksaan terhadap warga.
Menurut Mahmoud, keberadaan militer Israel menimbulkan keresahan di kalangan warga, terutama karena bertepatan dengan jadwal ujian sekolah, yang berdampak pada keterlambatan sejumlah siswa.
SANA melaporkan bahwa Israel masih dianggap melanggar Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974 melalui berbagai tindakan di wilayah selatan Suriah, termasuk penggerebekan, penahanan warga, hingga perusakan bangunan.
Disebutkan pula bahwa operasi militer Israel kerap dilakukan di desa-desa perbatasan, terutama di Provinsi Quneitra dan Daraa.
Pemerintah Suriah di Damaskus menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional sekaligus bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan wilayahnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026